Stop Kekerasan Terhadap Anak

Posted on Agustus 7, 2010

0


TAHUN 1979 sudah ditetapkan oleh PBB,menjadi tahun anak2.Hal ini sesunguhnya mengembirakan sekali.Sebenarnya banyak sekali yang dapat dilakukan untuk membuat kehidupan anak2 lebih menyenangkan.Berilah kesempatan juga pada anak2 agar mereka dapat mengeluarkan pendapat.Dapat mengatakan pada orang dewasa apa yang terkandung dalam hati mereka.Selama ini yang sering kita dengar ialah,orang tua mengatakan :  “Aaaaaaah,kamu anak kecil tahu apa? ,Klo dirasa memang benar,belum banyak yang di ketahui oleh anak2.

Tapi yang perlu orang tua dengar bukan pengetahuan mereka.tapi apa yang terpendam dalam benak,dan apa yang mereka rasakan,begitu juga apa pandangan mereka.Bagaimana kita Para orang tua dapat mengarahkan anak2,kalau kita tidak tahu apa yang bergolak dlam hati mereka?Beberapa tahun belakangan ini ada sebagian orang tua,suami-istri yang apabila marah lantas melampiaskan rasa marah itu kepada anak2.

Anak salah sedikit,lantas di pukul bahkan ada yang sampai meninggal dunia.Seringkali  pada anak lah para orang tua melampiaskan kekesalan mereka.Banyak sekali anak2 yang menderita cacat seumur hidup,karena di siksa,di pukul,di gantung oleh orang tua selagi masih kecil.

Kalau kita pikir2 ,anak itu waktu di lahirkan tidak ubah dengan sehelai kertas putih.Orang dewasalah yang memulai menuliskan sesuatu pada kertas itu.Apakah mau di tulis puisi atau kah mau di coret2 dengan garis2 yang semerawut?

Benar juga ada kata2 yang berbunyi : “Tidak ada anak yang berengsek,hanya ada orang tua yang brengsek,Tidak ada murid yang bodoh,hanya ada guru yang tolol serta sistem yang semerawut.Tidak ada prajurit yang tidak baik,hanya ada jendral yang jahat. Saya terus terang paling benci pada orang tua yang suka membangkit-bangkit “Saya yang melahirkan kamu,jangan kamu lupa…….kalu bukan saya kamu tidak ada di dunia ini”.

Ingattt………sebelum menciptakan anak,jangan mau yang manisnya saja.Anak2 janganlah sekali-kali di salahkan keberadaanya di dunia ini.Mereka tidak minta di lahirkan,Kalau kita sudah melihat  anak2 yang tersiksa,baik materi ,jiwa terlebih bathin…..Saya berpikir,mungkin kalau di beri tahu sebelum mereka di lahirkan,macam orang tua apa yang akan mereka miliki bisa jadi banyak anak2 yang menolak untuk di lahirkan.

Sorga anak ada di bawah telapak kaki ibu,hendaklah sebagai ibu  jangan mempersulit jalan itu.Dengan sikap yang sulit,kita membina anak2 yang menjadi ahli waris neraka.Begitu juga lelaki,sebagai ayah cintailah istri yang menjadi ibu dari anak2nya.Ada kata2 yang berbunyi: “Hei kaum Bapak maukah kalian di hormati anak2 kamu?Tidak ada jalan lain,Cintailah ibu mereka.

Banyak anak2 yang menjadi kurang ajar pada sang ayah,karena melihat ayah mereka memperlakukan ibu mereka tidak senonoh.

Ada anak lelaki dan perempuan,seterusnya tidak kawin karena orang tua mempunyai syarat2 yang tertentu untuk calon menantu.Akhirnya anak perempuan sudah kering dan anak lelaki menjadi perjaka tua.

Banyak para orang tua kalau sudah marah seenaknya menyumpahi anak2.Konon banyak anak2 yang hidup dalam penderitaan karena sumpah dari orang tua mereka.Apakah ini karena termakan oleh sumpah…Entahlah.

Selanjutnya kalu kita lihat,masih banyak yang merasakan bahwa AYAH lebih penting dari anak.Kemudian kata sang ibu “Jangan makan daging itu,itu kan buat ayah” Makanan yang bergizi malah di berikan kepada ayah yang sudah berhenti masa pertumbuhanya,dan anak yang masih membutuhkan banyak asupan gizi hanya di berikan sisa2 saja.Tentunya saya tidak menganjurkan pada kaum ibu supaya kita lebih mencintai anak ketimbang suami.Tapi semuanya itu pada tempatnya.

Hendaklah,kita para orang tua berbenah diri.Berbenah diri….dalam arti kata,ingat kalau marah jangan anak di jadikan semacam keranjang sampah.Marah di kantor,marah pada suami atau istri,anak yang kena pukul dan bentakan.

Berbenah diri,dalam arti kata,ingat apapun yang anda lakukan sebagai orang tua,itu akan disorot anak2.Jadi kalau anda seenaknya dengan jabatan maupun pekerjaan jangan marah kalau dia juga seenaknya dengan tugas2nya dirumah sebagai seorang anak.

Berbenah diri,dalam arti kata,ingat kalu anda suka bertandang berjam-jam,membicarakan urusan orang lain,jangan heran kalau anak suka ngelayap.

Berbenah diri,dalam arti kata,ingat kalau anda suka beraksi,walaupun di rumah tidak ada nasi…Jangan heran kalau anak anda begitu juga.Biar baju di hutang,asal gaya terus seperti mama.

Selamat berbenah diri,sementara itu saya juga sedang sibuk berbenah diri.Syukur kalau anda sudah sempurna,dan tidak ada lagi yang perlu di benahi.Dan tulisan ini bukan di tujukan kepada anda,melainkan pada orang yang mungkin memerlukanya.

Posted in: lain-lain